Budidaya Tomat Lokal Organik

Bagi masyarakat Indonesia, tanaman tomat terkenal sebagai buah yang mengandung vitamin dan zat antioksidan yang tinggi dan baik untuk kesehatan. Tomat (Lycopersicon esculentum L.) merupakan tanaman asli dari Amerika Tengah dan Selatan. Berbagai khasiat yang ditawarkan, menjadikannya sebagai salah satu komoditas hortikultura yang paling banyak dibudidayakan. Adapun khasiat untuk kesehatan antara lain membantu mengurangi risiko kanker pankreas, karena adanya likopen. Likopen merupakan kandungan utama tomat yang mampu menangkal radikal bebas. Zat lainnya seperti beta karoten mampu meningkatkan kemampuan penglihatan dan membantu mencegah rabun senja. Selain itu, serat dan air yang cukup tinggi, menjadikan tanaman ini sangat cocok digunakan sebagai menu diet sehari-hari. Tidak hanya berkhasiat untuk kesehatan, tanaman yang dikenal dengan antioksidan kuat juga bermanfaat untuk kecantikan. Kandungan vitamin A pada tomat sangat baik menjaga kekuatan rambut, membuat volume rambut lebih tebal, dan menjaga kesehatan gigi sedangkan Vitamin E mampu mencegah munculnya jerawat pada wajah.

Pengolahan lahan

Buatlah bedengan berukuran 2 x 1 m. Tambahkan dolomit, jika lahan memiliki pH asam yang rendah. Karena pada umumnya tanaman tomat tumbuh subur pada lahan yang tingkat keasamannya cukup tinggi. Penambahan dolomit juga bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah yang tandus. Setelah pemberian dolomit, lahan dicangkul hingga gembur. Aplikasikan pupuk kandang sekitar 2 ember (10 liter) dengan cara disebar. Lahan siap ditanami setelah didiamkan selama 3 hari.

Pembibitan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tanaman yang akan dijadikan bibit. Pilihlah buah yang tua dan memiliki kondisi kulit yang bagus, ambil bijinya. Cuci bersih biji tersebut untuk menghilangkan lendirnya. Lakukan penyemaian dalam suatu wadah dengan menggunakan media tanam pasir, selama 3 Hari Setelah Semai (HSS). Keunggulan dari media pasir mampu meningkatkan system aerasi dan memudahkan drainase, sehingga memudahkan benih agar cepat tumbuh. Setelah muncul tunas pindahkan bibit dalam polybag. Bibit siap tanam setelah berumur 13 HSS.

Penanaman

Buat lubang tanam dengan diameter 7 – 10 cm tepat di tengah bedengan. Kedalaman 7 cm. Jarak antar lubang 30 cm. Sebelum dipindah tanam, lepaskan bibit dari polybag. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam kemudian tutup dengan tanah. Siram air secukupnya.

Pemeliharaan

Penyiangan dilakukan untuk mengendalikan gulma yang mengganggu tanaman utama. Jika selama pemeliharaan terdapat daun yang keriting dan mengering maka harus segera dipangkas, hal ini bertujuan untuk menghindari agar pohon tidak ikut membusuk. Pemupukan dilakukan 2 Minggu Setelah Tanam (MST). Pupuk organik cair sebanyak 10 ml dan pupuk organik padat 1 sdm dicampur dan dilarutakan dalam 5 liter air. Kemudian aplikasikan pupuk dengan dosis 250 ml per tanaman. Setelah 2 MST, pemupukan dilakukan rutin setiap 1 minggu sekali dan berhenti pada saat buah mulai muncul. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan cara menyemprot pestisida nabati.

Pemanenan

Tomat siap dipanen pada umur 70-120 Hari Setelah Tanam (HST). Setelah itu bisa dipanen kembali setiap 1 minggu sekali. Dengan ciri-ciri buah membesar dan berwarna merah. Bagian tepi daun mulai menguning dan mengering. Batang terlihat mengering. Pemanenan dilakukan secara manual dengan memuntir buah satu persatu hingga terlepas dari batang pada pagi atau sore hari.

Leave a Reply