Budidaya Yakon

Yakon (Smallanthus sonchifolius) tanaman herbal dengan daun besar berwarna hijau gelap dan dua bagian akar, akar umbi yang dapat dimakan, digunakan oleh tanaman sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan dan akar serabutnya digunakan untuk bereproduksi secara vegetatif. Setiap tanaman dapat menghasilkan 4-20 umbi yang dapat dimakan, masing-masing umbi dapat mencapai berat 20kg. pemanfatan tanaman yakon berpusat pada pemanfaatan kandungan insulinnya untuk penderita diabetes. Hal ini karena yakon mengandung senyawa fenolik berupa asam kafeat, klorogenat, dan ferulat yang memiliki aktivitas farmakologi dan bermanfaat terutama bagi orang yang mengidap penyakit diabetes. ekstrak daun yacon dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memiliki efek antioksidan pada pengidap dengan kondisi hiperglikemia

Persemaian

Yakon diperbanyak melalui system stek pada pangkal daun yang sudah berakar, lalu dapat disemai terlebih dahulu dimedia air atau media tanah dengan pot.

Penanaman

Pertumbuhan yakon amat dipengaruhi oleh ketinggian tempat tanamnya. Penanaman di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 1.000 mdpl, akan mempengaruhi ketinggian pohon dan pertumbuhan daun yang tidak maksimal. Tanaman hasil stek lalu ditanam secara langsung pada bedengan yang telah diolah tanahnya. Tanaman yang dipilih untuk dibedengan memenuhi kriteria dengan tinggi 15-30 cm dan 3-4 daun. Yakin ditanam pada kedalam 10 cm lalu rhizome diletakkan dalam lubang tanam dengan bagian tunas berada diatas permukaan tanah. Jarak tanam optimal bagi yakon berkisar 76 cm-1.2 meter untuk memberi ruang bagi akar untuk bergerak.

Pemeliharaan

Yakon dapat dipelihara dengan menambahkan bahan organic dan air secukupnya. Hindari penanaman yakon pada tempat yang terlalu terbuka karena yakon mudah rebah. Apabila yakon sudah tinggi maka dapat dipasang ajir. Yakon sebaiknya ditutupi dengan mulsa untuk mengurangi keberadaan gulma dan hama siput yang memakan umbi yakon.

Pemupukan

Yakon membutuhkan banyak nutrisi potassium sehingga sangat penting untuk menggunakan pupuk yang kaya akan potassium. Yakon tidak membutuhkan banyan unsur nitrogen karena bisa menyebabkan pertumbuhan akar tereduksi. Unsur P cukup yang tersedia dalam tanah, terutama tanah yang kaya akan bahan organic seperti pupuk kompos.

Panen

Umbi yakon dipanen pada saat tanaman berumur 6-7 bulan. Panen dilakukan dengan bantuan sekop yang dimasukkan kedalam tanah sedalam 45 cm dengan sudut sekop sebesar 30°, lalu digali secara pelan-pelan agar tidak merusak umbi. Umbi lalu ditarik dari pangkal tanaman, lalu dibersihkan dengan air. Yakon lalu disimpan selama 1 bulan setelah panen untuk meningkatkan kandungan fruktosa dalam umbi, atau dapat dipercepat dengan menjemur umbi pada naungan (jangan terpapar langsung matahari).

Sumber Pustaka

PURBANINGRUM, W. 2017. Optimasi Formula Tablet Ekstrak Daun Yacon (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Robinson) dengan Bahan Pengikat PVP dan Bahan Penghancur Natrium Alginat Menggunakan Metode Simplex Lattice Design. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solo

Whitson, B. 2017. Yacon (Smallanthus sonchifolius). (Online). https://www.cultivariable.com/instructions/andean-roots-tubers/how-to-grow-yacon/#description diakses pada 19 Februari 2019.

Leave a Reply