Cara Menanam Serai di Rumah

Serai (lemon grass) yang memiliki nama latin Cymbopogon termasuk dalam tanaman toga (tanaman obat keluarga). Tanaman serai memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Daun yang panjang dan memiliki permukaan yang kasar
  2. Memiliki aroma wangi yang khas apabila di hancurkan daunnya
  3. Tumbuhan beruas dan memiliki batang berwarna hijau tua

Serai biasanya dapat digunakan sebagai bumbu masakan dapur dan obat tradisional. Serai juga mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan esensial oil, parfum, kosmetik dan obat-obatan.

Manfaat serai yang sangat banyak membuat tanaman serai menjadi salah satu tanaman yang direkomendasikan untuk dibudidayakan di perkarangan rumah. Berikut merupakan syarat tumbuh tanaman serai:

  • Ketinggian Tempat, tanaman serai dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian ideal antara 350 hingga 600 mdpl.
  • Iklim, tanaman serai dapat tumbuh pada hampir di sekulurh kondisi, namun serai dapat tumbuh baik pada suhu 18’-25’C dengan kondisi yang lembab dan curah hujan yang mencukupi.

Berikut langkah-langkah budidaya Serai di rumah untuk hasil yang maksimal:

  1. Pembibitan

Bibit terbaik diambil dari tunas serai yang muncul dari tanaman induk yang tumbuh subur. Namun bila tidak ada, bibit serai dapat diperoleh dari menumbuhkan serai yang ada di dapur. Langkah menumbuhkan akar sebagai berikut:

Ambil serai segar yang ada di dapur, masukkan ½ batang serai dalam air yang diberi pupuk SNN selama kurang lebih 1 minggu hingga muncul akar. Kemudian baru pindahkan tanaman serai pada media tanam tanah.

2. Penanaman Serai ke Media Tanam

Siapkan media tanah berupa campuran pupuk kompos, tanah, abu, sekam, dan pupuk dari daun-daunan kering, masukkan dalam pot, polybag, maupun wadah bekas.

Buat lubang tanam sedalam 10 – 20 cm disesuaikan panjangnya akar serai kemudian tanam serai dengan posisi tegak ke atas

Apabila tanah yang digunakan adalah bekas tambang atau tidak subur, bisa diantisipasi dengan cara memperbaiki struktur, tekstur dan kandungan senyawa tanah. Rekomendasi produk untuk dapat memperbaiki kondisi media tanam tanah adalah SAN Tanaman. Gunakan dosis 1 sendok dilarutkan untuk 5 liter air untuk penyiraman lahan sebelum tanam atau 4 sendok untuk 1 di tebar dalam polybag.

3. Perawatan

Penyiraman

Penyiraman tanaman serai ini dilakukan sebanyak 2 kali setiap harinya pada pagi dan sore untuk mencegah tanaman serai menjadi layu sekaligus memudahkan akar serai menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan seminggu sekali dengan Pupuk SNN (Super Nutural Nutrition) dengan dosis penyemprotan 2 cc/liter, 1 tutup setara dengan 10 cc.

Penyiangan dan Penggemburan

Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang ada agar tidak menyerap nutrisi. Kemudian lanjut digemburkan untuk memudahkan akar serai menyerap nutrisi pada tanah dan membantu respirasi akar.

4. Pemanenan

Serai sudah dapat dipanen pada usia sekitar 8-10 bulan. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut beberapa rimpang umbi sampai kebatang serai

Leave a Reply