Cara Mudah, Budidaya Daun Bawang di Rumah

Daun bawang merupakan tanaman yang sering digunakan pada makanan sebagai penyedap, bentuknya yang bulat panjang dan berongga seperti pipa. Daun bawang sangat mudah didapatkan di supermarket ataupun pasar tradisional dengan harga yang terjangkau.

Daun bawang dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian tempat 250 Mdpl hingga 1.500 Mdpl dengan suhu optimal 18°C hingga 25°C. Tanah yang cocok untuk menanam budidaya adalah tanah lempung berpasir atau tanah bekas lahan gunung berapi.

Saat ini tanaman daun bawang dapat dibudidayakan dengan mudah pada pekarangan rumah menggunakan polybag maupun pot. Bagaimana ya Langkah-langkahnya? Mari ikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pembibitan

Benih daun bawang didapat dari biji atau anakan. Anakan diperoleh dengan cara memisahkan anakan yang sehat dan bagus dari pertumbuhan induknya. Benih dari biji harus disemai dahulu sebelum ditanam. Siapkan polybag kecil sebagai media semai yang sudah berisi tanah yang telah digemburkan. Setelah itu kocorkan nutrisi SAN untuk tanah dengan dosis 2 sendok makan/ 10 liter air. Fungsi dari pupuk SAN untuk menutrisi serta memperbaiki struktur tanah. Letakkan benih daun bawang 1 hingga 2 biji setiap polybag dengan kedalaman 10 cm. Lakukan penyiraman benih hingga menjadi bibit secara rutin dan secukupnya (kondisi lembab).

2. Persiapan Media Tanam

Untuk media tanam, persiapkan pot berdiameter sedang sekitar 30 cm yang sudah diisi dengan campuran tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1. Lubangi bagian bawah pot untuk pembuangan air. Jangan lupa, untuk menyiram media tanam secara perlahan-lahan menggunakan pupuk SAN

3. Penanaman

Buat lubang tanam pada pot yang telah disiapkan. Lubang tanaman dibuat sekitar 10 cm. Kemudian, pindahkan bibit dari pembungkus atau polybag ke pot yang sudah disiapkan. Pindahkan bibit secara hati-hati, karena akar tanaman mudah rusak. Tanam bibit tepat ditengah pot dengan posisi tegak, lakukan penyiraman tanaman hingga media tanam basah. Letakan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh.

4. Perawatan

Perawatan merupakan salah satu kunci bagi budidaya tanaman daun bawang. Perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pengairan

Pengairan dilakukan setiap hari pada awal tanam. Media tanam disiram secukupnya, jangan sampai tergenang akan membuat tanaman terserang penyakit dan hama.

  • Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan menggunakan pupuk cair SNN dengan dosis 2 cc/ liter. Fungsinya untuk membantu pertumbuhan vegetative tanaman maupun mengoptimalkan pertumbuhan akar, batang dan daun tanaman. Pupuk cair diberikan dengan cara disemprotkan pada daun secara merata setiap satu minggu satu kali. Aplikasi pupuk bisa diberikan mulai pindah tanam hingga masa panen tiba.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan apabila ada tanaman yang tumbuh liar di sekitar tanaman daun bawang.

5. Pemanenan

Panen daun bawang dilalukan pada umur 2,5 bulan setelah biji ditanam dan 5 bulan setelah biji disemai. Daun bawang yang siap dipanen adalah jumlah rumpunnya mulai banyak dan daunnya sudah mulai menguning.

Daun bawang mempunyai banyak manfaat dan berbagai kandungan. Kandungan zat besi mampu meningkatkan produksi darah, vitamin K mempunyai manfaat untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.

Semangat berkebun dipekarangan rumah sobat,.Jangan lupa juga memakai pupuk dan nutrisi yang berkualitas juga untuk mendapatkan tanaman yang sehat serta berkualitas.

Leave a Reply