Langkah Menanam Rambutan

Rambutan memiliki berbagai varietas mulai dari yang masam hingga manis. Buah musiman ini sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena tanamannya mudah tumbuh dan memiliki rasa buah yang enak. Rambutan dapat di budidayakan pada dataran tinggi maupun dataran rendah. Rambutan membutuhkan kondisi iklim yang basah karena membutuhkan curah hujan yang teratur, namun juga membutuhkan musim kemarau untuk merangsang pembungaan. Perbanyakan rambutan bisa dilakukan dengan cangkok, okulasi maupun menggunakan biji yang dikupas dan dibiarkan terkena angin selama 24 jam (sehari semalam). Bibit tanaman rambutan yang akan digunakan baiknya memiliki kualitas yang baik dan sehat. Berikut langkah mudah dalam melakukan budidaya serta perawatan tanaman Rambutan yang dapat dipraktikkan dirumah.

  1. Pindah Tanam
    Pilih bibit tanaman Rambutan yang siap pindah tanam, biasanya memiliki tinggi sekitar 1 m. Siapkan lubang tanam berukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm dan siapkan media tanam yang terdiri dari pupuk kandang, sekam dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1 . Pemindahan bibit dapat dengan membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Masukkan bibit tanaman kedalam lubang tanam yang dibuat, lalu tambahkan media tanam kedalam lubang hingga akar tanaman tertutup media tanah. Tambahkan pupuk SAN Tanaman dengan dosis 2 sendok makan per 10 liter air. Siramkan pada media tanam disekitar perakaran tanaman. SAN Tanaman berfungsi untuk menutrisi media tanam guna memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
  2. Perawatan
    Pemberian Nutrisi/Pupuk
    Pemberian nutrisi pada tanaman Rambutan dapat menggunakan pupuk cair SNN. Penggunaan pupuk cair SNN dapat digunakan dengan dosis 2 cc/liter. Penggunaan bisa dilakukan dengan cara disemprotkan keseluruh bagian tanaman selama 10 hari sekali. Fungsinya untuk memberikan nutrisi selama fase Vegetatif tanaman.
    Untuk memberikan nutrisi pada media tanam dapat memberikan pupuk SAN Tanaman secara rutin selama 1 bulan sekali. Jika sudah memasuki masa pembuahan berumur sekitar 2 – 3 tahun setelah pindah tanam dapat diberikan pupuk Fruttagro. Pupuk Fruttagro dapat mengurangi kerontokan bunga dan buah maupun meningkatkan produksi tanaman. Pemberian bisa dilakukan dengan dosis 20 gr/liter dan di siramkan disekitar tanaman setiap satu bulan satu kali.
    Penyiraman dan Penyiangan
    Penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan/okulasi ditanam, selanjutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman rambutan telah tumbuh kuat penyiraman dapat dilakukan saat-saat diperlukan saja. Pastikan drainase disekitar tanaman memiliki kondisi yang baik, agar saat hujan turun perakaran tanaman tidak tergenang air.
    Penyiangan bisa dilakukan secara rutin jika terdapat gulma yang tumbuh disekitar perakaran tanaman.
  3. Pemanenan
    Pemanenan biasanya dapat dilakukan ketika tanaman seudah berumur 2 – 3 tahun. Pemanenan sebaiknya buah dipilih yang sudah matang dan dipetik beserta tungkalnya sekaligus melakukan pemangkasan pohon. Pemangkasan dilakukan agar tanaman dapat bertunas dan
    kembali cepat berbuah.

Demikian 3 langkah mudah budidaya tanaman Rambutan dirumah. Pastikan tanamanmu terawat dan mendapatkan nutrisi yang cukup ya sobat !

Leave a Reply