Langkah Mudah, Tanam Cabai di Pekarang Rumah

Cabai merupakan tanaman yang sangat dikenal oleh masyarakat luas karena mempunyai sensasi pedas yang menusuk di lidah. Cabai sendiri merupakan tanaman sayuran dari anggota genus Capsicum. Sangat banyak jenis cabai yang tersebar di dunia, antara lain cabai rawit, cabai merah keriting, dan masih banyak lagi. Tak jarang banyak orang ingin berbudidaya cabai di sekitar rumah.

Cabai dapat tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah, Daerah dataran rendah bisa ditanam pada ketinggian 0-1000 Mdpl, dan dapat ditanam hingga mencapai ketinggian 1400 Mdpl atau lebih dengan suhu 18°C hingga 27°C. Cabai tidak boleh di tanam pada daerah yang bercurah hujan tinggi karena dapat membuat tanaman cabai terserang penyakit. Berikut merupakan 5 langkah mudah berbudidaya cabai yang bisa dilakukan di rumah :

  1. Pembibitan

Pembibitan tanaman cabai bisa dilakukan menggunakan benih atau bibit. Benih atau bibit yang berkualitas merupakan hal yang penting untuk menumbuhkan cabai yang sehat. Jika menggunakan benih rendam benih cabai terlebih dahulu dengan air selama kurang lebih 12 jam, dan buang benih yang mengambang. Tanam benih cabai yang sudah direndam dan ditiriskan pada tempat persemaian yang sudah terisi oleh tanah. Siram secukupnya hingga kurang lebih bibit berumur 14 – 21 hari lalu siap dipindah tanamkan.

2. Persiapan Media Tanam

Persiapan media tanam dapat menggunakan pot sebagai wadahnya. Persiapkan pot dengan ukuran diameter 30 cm atau lebih. Kemudian, isi pot dengan campuran tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1. Usahakan pot memiliki lubang dibawahnya untuk aliran drainase yang baik. Sebelum penanaman bibit, media tanam di kocori dengan pupuk SAN secukupnya. Dosis penggunaan pupuk SAN 2 sendok makan/ 10 liter air.

3. Penanaman

Penanaman dilakukan dengan memindahkan cabai dari media persemaian setelah berumur 14 – 21 hari. Cara menanamnya dengan memindahkan bibit cabai dengan media tanam ke dalam lubang tanam, usahakan media semai tidak terpecah. Letakkan bibit cabai tepat ditengah pot, kemudian isi kembali pot dengan tanah hingga batas bibir pot.

4. Perawatan

Perawatan cabai menjadi kunci dalam budidayanya, dengan perawatan yang rutin akan menghasilkan cabai menjadi lebih berkualitas. Perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair SNN dengan dosis 2 cc/liter. Pemupukan dilakukan dengan cara disemprot sebanyak satu minggu satu kali mulai pindah tanam hingga panen. Ketika tanaman sudah muncul bunga bisa diberikan pupuk HortinD untuk memacu pertumbuhan tanaman serta mencegah kerontokan bunga ataupun buah. Pemberian bisa dilakukan satu minggu satu kali dengan dosis

  • Pemasangan Ajir

Ajir digunakan untuk membuat tanaman tumbuh tegak. Berikan ajir apabila tumbuhan cabai sudah mencapai tinggi 20 cm.

5. Pemanenan

Masa panen dilakukan 75 HST hingga 85 HST, ketika cabai belum sepenuhnya berwarna merah. Cabai dipetik sekaligus dengan tangkai agar memperpanjang umur simpan, lakukan pemetikan pada pagi hari. Kemudian lakukan penyortiran untuk mendapatkan cabai yang berkualitas.

Selamat berkebun dirumah sobat, jangan lupa juga untuk menggunakan pupuk dan nutrisi yang berkualitas agar mendapatkan produktivitas cabai yang tinggi.

Leave a Reply