Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Pakcoy

Hama dan penyakit pada tanaman budidaya

Pada ekologi tanaman budidaya yang memiliki sanitasi buruk akan mendukung tumbuh dan berkembangnya hama penyakit pada tanaman. Gangguan tersebut bisa berupa serangan binatang maupun penyakit yang disebabkan oleh patogen (virus, jamur, bakteri) dan nematoda. Jika gangguan tersebut melebihi ambang batas yang dapat ditoleransi maka dapat merusak pertumbuhan tanaman bahkan dapat mematikan tanaman, hal tersebut dapat merugikan secara ekonomi. Penanganan yang tepat dibutuhkan untuk mengatasi serangan organisme pengganggu tanaman tersebut.

Hama pada tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)

  1. Ulat Daun (Plutella xylostella). Ulat daun ini sering menyerang pada bagian daun terutama pada bagian pucuk. Ulat ini berwarna hijau muda dan sering terlihat banyak saat penyerangan terjadi. Ulat ini memakan bagian daun berlubang. Ulat daun bisa ada karena lingkungan yang mendukung perkembangan ulat dan tersedianya makanan yang banyak (daun pakcoy). Jika penyerangan ulat sudah sampai ke tunas maka pertumbuhan daun akan berhenti sehingga dapat menyebabkan penurunan kuantitas hasil panen ataupun menyebabkan kerugian karena tanaman mati semua.
  1. Kutu Aphis (Aphis craccivora). Kutu aphis berkoloni di bawah permukaan daun, di sela-sela daun, dan di titik tumbuh tanaman. Kutu aphis menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun keriting, dan menggulung. Jika populasi kutu aphis terlalu banyak, maka dapat menyebabkan gagal panen. Semakin bertambah hari, populasi kutu bertambah 1 sampai 2 individu perhari, bahkan ada tanaman yang berkurang jumlah populasinya.

Penyakit pada tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)

  1. Penyakit Busuk Daun (Phytoptora sp.). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit busuk daun sering muncul disaat musim hujan karena kondisi yang lembab, suhu yang dingin, serta kelembapan udara yang terlalu tinggi. Maka dari itu hindari menanam pakcoy di musim hujan, Jika menanam pada musim hujan ada baiknya jika jarak tanam diperbesar agar sirkulasi air dan udara lancar dan baik bagi tanaman pakcoy. Gejala dari serangan penyakit busuk daun ditandai dengan adanya bercak basah coklat kehitanaman di daun.
  1. Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae). Penyakit ini menyerang tanaman pakcoy dibagian akar. Tanaman akan tampak layu pada siang hari namun tampak segar pada pagi hari. Jika salah satu tanaman dicabut maka akan terlihat pada akar benjolan-benjolan pada akarnya. Jika tidak ada penanganan maka tanaman akan berhenti bereproduksi karena ada hambatan pertumbuhan dikarenakan akar yang terkena penyakit akar gada, bahkan dapat menyebabkan tanaman mati karena nutrisi dari akar terhambat.

Penanganan dalam mengatasi hama dan penyakit pada tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)

  1. Pengendalian dalam Budidaya Tanam. Dalam berocok tanam ada kalanya kita harus memperhatikan kondisi ekologi bagi tanaman. Dengan menciptakan sanitasi yang baik maka dapat menekan pertumbuhan atau bahkan tidak menimbulkan sama sekali hama dan penyakit pada tanaman pakcoy. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan sisa tanaman hasil panen sebelumnya ataupun membersihkan gulma dengan melakukan penyiangan. Bisa juga dengan melakukan pengolahan tanah sebelum tanam, jika menanam menggunakan sistem hidroponik maka dapat membersihkan permukaan media tanam maupun membersihkan tempat air yang akan digunakan dengan cara air diganti dengan yang baru atau dikeringkan terlebih dahulu. Selain itu jarak tanam juga harus diperhatikan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, dapat mencegah timbulnya penyakit busuk daun pada tanaman pakcoy di musim hujan.
  1. Pengendalian secara Fisik dan Mekanik. Secara fisik pencegaan hama dapat dilakukan dengan pemasangan paranet dilahan konvensional maupun hidoponik. Secara mekanik bisa dilakukan pengambilan langsung dengan menggunakan tangan, cohtohnya pada hama ulat daun.
  1. Pengendalian Hayati. Pengendalian hayati adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memanfaatkan atau memanipulasi musuh-musuh alami untuk menurunkan populasi hama. Contohnya pada penyakit busuk daun, bisa diatasi dengan pemakaian Tricogreen milik Indmira. Tricogreen merupakan produk biofungisida mengandung jamur Trichoderma yang sangat efektif dalam mengendalikan jamur patogen menular. Tricogreen berbentuk bubuk putih kehijauan dan ramah lingkungan membuat fungisida ini aman bagi manusia, hewan, dan lingkungan.
  1. Pengendalian secara Kimiawi. Pengendalian secara kimiawi sangatlah mudah dan cepat dilakukan. Namun, penggunakan kimiawi pada tanaman haruskan memegang prinsip 3T yakni tempat sasaran, tepat waktu, dan tepat dosis. Penggunaan yang tidak tepat sasaran dapat membunuh organisme lain dan dapat membahayakan musuh alami yang seharusnya bisa menguntungkan tanaman pakcoy tersebut. Penggunaan yang tidak tepat waktu dapat mematikan tanaman pakcoy. Penggunakaan yang tidak tepat dosis dapat membuat organisme menjadi resisten. Salah satu pengendalian secara kimiawi adalah dengan menaburkan sedikit insektisida dalam menangani hama ulat. Insektisida yang digunakan adalah granul dengan dosis 0,3 – 0,4 gr pertanaman atau 6 kg/ha. Untuk mengatasi jamur pada penyakit busuk daun di tanaman pakcoy bisa dengan menggunakan fungisida Bion M 1/48 WP, Topsin M 70 WB dan Kocide 60 WDG.
  1. Menggunakan Pestisida Nabati. Penggunaan pestisida kimiawi yang instan dan cepat, terkadang dapat menimbulkan masalah lain seperti resistensi hama, terbunuhnya musuh alami, dll. Untuk menunjang konsep pengendalian hama terpadu, penggunaan bahan pestisida yang ramah lingkungan sangat di anjurkan. Salah satunya dengan menggunakan pestisida nabati. Dalam jurnal yang ditulis oleh Mutiah Sari dkk (2013), untuk menangani hama ulat pada pakcoy dapat dilakukan dengan pembuatan ekstrak insektisida nabati dengan cara mengkeringkan daun allamanda, babadotan, kamboja, dan mengukudu. Selanjutnya ditambahkan 1liter air dan diaduk sampai larut. Diendapkan selama satu malam dan disaring dengan kain saring kemudian dimasukkan kedalam handsprayer dan siap untuk diaplikasikan.

Sumber Pustaka

Info Hama Penyakit Tumbuhan. (2012, 14 April). Bentuk-bentuk Pengendalian Hama. Diperoleh 23 Juli 2018, dari http://infohamapenyakittumbuhan.blogspot.com/2012/04/bentuk-bentuk-pengendalian-hama-tanaman.html

Petani Hebat. (2018, 27 Maret). Hama dan Penyakit Sawi dan Pakcoy. Diperoleh 23 Juli 2018, dari https://www.petanihebat.com/hama-dan-penyakit-sawi-dan-pakcoy/

Apriliyanto, Eko., dan Setiawan, Hary. 2014. Perkembangan Hama dan Musuh Alami pada Tumpangsari Tanaman Kacang Panjang dan Pakcoy. AGRITECH: Vol XVI No.2. Hal: 98-109.

Sari, Mutiah., Lubis, Lahmuddin., dan Pangestiningsih, Yuswani. 2013. Uji Efektivitas Beberapa Insektisida Nabati untuk Mengendalikan Ulat Grayak (Spodoptera litura F.). Jurnal Online Agroekoteknologi: Vol 1, No 3. ISSN No. 2337 – 6597.

2 Comments

  1. pada tanamab pakcoy ada kutu 2 warna hitam bulat melobangi daun daun muda. sembunyi di pangkal daun. gmn cara basminya dan pestisida apa yg ampuh. apa bahan ramuan untuk pembuatan racun yg ramah lingkungan terimakasih

Leave a Reply