Tanam Selada Segar di Pekarangan

Selada merupakan salah satu jenis sayuran yang sering digunakan untuk pendamping menu makanan maupun dikonsumsi secara langsung. Selada memiliki banyak manfaat apabila kita mengkonsumsi sayuran ini karena didalamnya terdapat kandungan beberapa vitamin seperti vitamin A, C, K serta kaya akan mineral.

Tentu akan sangat menyenangkan jika kita  memiliki tanaman sayuran segar nan kaya manfaat dirumah. Namun, jika tidak memiliki lahan luas untuk menanamnya tidak perlu khawatir, karena bisa ditanam di pot maupun polybag. Berikut kami bagikan cara mudah menanam selada dilingkungan sekitar rumah

  1. Persiapan Pembibitan

Langkah awal bertanam selada sobat bisa menggunakan benih ataupun bibit. Jika menggunakan benih, benih bisa didapatkan di toko pertanian terdekat. Setelah itu, menyiapkan nampan atau tray untuk tempat semai dan media tanam untuk menanam benihnya.

2.Penyemaian

Apabila akan menanam selada, terlebih dahulu menyemai benih pada tray atau nampan. Media tanam bisa menggunakan tanah yang sudah dicampurkan sekam dengan berbandingan 1 : 1.

 Setelah itu, memasukkan media tanam pada nampan atau tray secukupnya. Berikan nutrisi tanah alami SAN dengan dosis 2 sendok makan / 10 liter air.  Buat lubang sekitar 1 cm lalu masukkan 2 buah benih dan tutup kembali menggunakan tanah secukupnya. Siram benih menggunakan air setiap hari secukupnya. Pastikan kondisi tanahnya lembab.

Umumnya benih mulai berkecambah sesudah berusia 3 sampai 4 hari. Biarkan bibit tumbuh di persemaian hingga berusia 17 hari. Pada usia ini bibit umumnya sudah mempunyai daun sejumlah 4 sampai 5 helai. Hal itu menandakan bahwa bibit sudah siap untuk dipindah tanam.

3.Pindah Tanam

Proses pindah tanam lebih baik dilakukan pada sore hari. Sebelum melakukan pindah tanam, terlebih dahulu menyikan pot ataupun polybag yang berdiameter sekitar 25 – 30 cm sebagai tempat tumbuh tanaman. Isi menggunakan media tanam hingga ¾ bagian pot.

Setelah itu berikan nutrisi alami untuk tanah SAN yang berfungsi memberikan unsur makro dan mikro bagi tanaman secukupnya. Buatlah lubang pada bagian tengah pot sekitar 2 cm. Pindahkan bibit tanaman selada secara perlahan kedalam lubang yang telah dibuat. Pastikan akar tanaman tidak terputus dan bibit dalam kondisi sehat. Setelah bibit diletakkan tutup kembali menggunakan media tanam.

4. Perawatan

Kondisi lingkungan sekitar tanaman merupakan hal yang harus diperhatikan dalam aspek perawatan. Posisikan selada di tempat yang menerima cahaya matahari kira-kira enam jam sehari, tapi usahakan untuk hindari dari terik matahari langsung yang dapat membakar tanaman masih muda. Selain kondisi lingkungan, pemberian nutrisi juga merupakan hal yang sangat penting.

Pemberian nutrisi bisa dilakukan dengan memberikan pupuk organik SNN dengan dosis 2 cc/liter. Pupuk organik SNN berfungsi untuk membantu memberikan nutrisi selama masa vegetative tanaman. Pemberian bisa dilakukan 1 minggu 1 kali. Penyiraman tanaman selada bisa dilakukan setiap hari secukupnya saja.

5.Pemanenan

Selada umumnya dipanen ketika telah menginjak usia tanam dua bulan atau 60 hst. Jika ingin memanen secara permanen, cabut saja selada hingga akarnya. Namun jika tidak bisa dengan mengguntingnya.

Selada termasuk sayuran tidak tahan lama setelah petik maka untuk menyiasatinya langsung dicuci dan masukkan dalam kulkas. Begitu sobat beberapa tips dan trik berbudidaya terong ungu di rumah, selamat mencoba!

Leave a Reply