Tips Mudah Budidaya Timun di Rumah

Mentimun merupakan buah yang banyak mengandung air dan dapat dimakan secara langsung. Masyarakat Indonesia biasanya mengonsumsi mentimun sebagai lalapan, jus, acar ataupun digunakan sebagai bahan campuran dalam masakan.

Mentimun dapat tumbuh dengan baik di seluruh dataran Indonesia dengan ketinggian 200 Mdpl hingga 800 Mdpl dengan suhu optimal 21°C hingga 26°C. Mentimun merupakan tanaman yang bersifat menjalar atau memanjat dengan sulur yang berbentuk spiral.

Mentimun dapat tumbuh dengan baik di pekarangan rumah dengan menggunakan pot ataupun polybag sertakan pula ajir untuk menopang tanaman. Metode ini sangat cocok bagi sobat yang mempunyai lahan sempit dan ingin mencoba budidaya sutu tanaman.

Bagaimana langkah-langkah agar budidaya mentimun di rumah berhasil? Simak langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Pembibitan

Mentimun dapat diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Jika menggunakan benih, semai terlebih dahulu benih sebelum dipindahkan ke pot ataupun polybag penanaman. Rendam terlebih dahulu benih dilarutan menggunakan air selama kurang lebih 12 jam, dan buang benih yang mengambang. Kemudian tanam benih pada tray persemaian yang sudah diberikan tanah. Siram permukaan media semai dengan menggunakan hand sprayer yang sudah terisi air dengan campuran pupuk SAN (dosis 2 sendok makan/ 10 liter)  diamkan selama 2 hari hingga berkecambah.

2. Persiapan Media Tanam

Media tanam dapat menggunakan pot sebagai wadahnya ataupun langsung di pekarangan. Persiapkan pot dengan ukuran diameter 30 cm atau lebih. Kemudian, isi pot dengan campuran tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1. Usahakan pot memiliki lubang dibawahnya untuk aliran drainase yang baik. Sebelum melakukan penanaman Siram permukaan media tanam dengan menggunakan hand sprayer yang sudah terisi air dengan campuran pupuk SAN (dosis 2 sendok makan/ 10 liter)

3. Penanaman

Penanaman dilakukan dengan memindahkan bibit mentimun dari media persemaian setelah tumbuh daun 2 hingga 3 helai. Cara menanamnya dengan memindahkan bibit mentimun dengan media tanam ke dalam lubang tanam, usahakan media semai tidak terpecah. Letakkan bibit mentimun tepat ditengah pot, kemudian isi kembali pot dengan tanah hingga batas bibir pot.

4. Perawatan

Perawatan yang rutin akan menghasilkan mentimun menjadi lebih berkualitas. Perawatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pengairan

Pengairan dilakukan agar tanaman mentimun tidak layu dan mati. Lakukan penyiraman pada pagi hari dan sore hari sejak awal tanam. Tanah tidak boleh terlalu basah atau terlalu kering.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair SNN dengan dosis 2 cc/ liter untuk satu kali pemupukan mulai dari pindah tanam hingga pemanenan. Campurkan air dan pupuk organik SNN kemudian semprotkan kepada tanaman mentimun. Ketika tanaman sudah muncul bunga berikan juga pupuk HortinD untuk mencegah kerontokan bunga maupun buah. Cara dan waktu penggunaan sama dengan SNN yaitu satu minggu satu kali.

  • Pemasangan Ajir

Ajir dipasang ketika tanaman mentimun sudah mencapai tinggi 20 cm. Pemasangan ajir digunakan agar tanaman mentimun mendapatkan media rambat dan tanaman dapat tumbuh tegak.

5. Pemanenan

Panen dilakukan ketika tanaman mentimun sudah mencapai umur 75 hingga 85 hari setelah tanam(HST). Ciri-ciri buah mentimun siap panen adalah buah yang berwarna hijau, berbentuk lurus dan ukurannya sedang.

Mentimun mempunyai berbagai manfaat yang baik untuk tubuh, seperti meningkatkan kesehatan tulang, mendukung kesehatan jantung dan dapat mengurangi dehidrasi. Selain itu juga mentimun digunakan di dunia kecantikan.

Demikian langkah-langkah yang dapat diikuti agar mentimun tumbuh di pekarangan rumah. Jangan lupa juga untuk menggunakan pupuk dan nutrisi yang berkualitas agar mendapatkan mentimun yang sehat dan menyegarkan. Selamat berkebun mentimun di rumah, sobat.

Leave a Reply