Ulat Grayak: Tak Lagi Bergerak, Bisakah?

Caisim, sayuran hijau ramah kesehatan. Tanaman ini juga merupakan salah satu primadona di pasaran. Tak bisa dipungkiri tanaman pendek ini juga rentan terhadap hama dan penyait. Hama utama yang seringkali menyerang tanaman caisim atau sawi hijau  adalah ulat grayak. Berdasarkan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) menyebutkan persebaran hama hulat grayak di Indonesia menjangkau 22 Provinsi. Luas serangan rata-rata mencapai 11.163 a/tahun. Ulat grayak seringkali bergerak menelusuri dedaunan caisim hingga menimbulkan kerusakan. Kerusakan daun pada serangan larva ulat grayak mengganggu proses afimilasi. Pada akhirnya menyebabkan kerugian pada petani, yakni gagal panen.

Pengendalian ulat grayak dapat dilakukan menggunakan metode ramah lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan pestisida nabati (pesnab). Daun mimba mampu mengendalikan hama ulat grayak agar tak lagi bergerilya pada tanaman. Pesnab menggunakan daun mimba tidak  menimbulkan residu. Pada dasarnya residu yang dihasilkan oleh pestisida nabati dapat dengan mudah hilang di alam. Ini yang membuatnya menjadi pestisida aman digunakan. Serta tidak membahayakan kehidupan manusia dan alam.

Mimba berasal dari India. Seringkali digunakan sebagai obat kesehatan manusia dan insektisida atau pestisida nabati tanaman.  Daun ini terdapat cukup banyak di Indonesia.  Kegunaan pesnab daun mimba untuk mengendalikan hama ulat tritip, ulat tanah, ulat grayak, tungau, thrips, lalat putih, dan semut.

Cara membuat:

Daun mimba sebanyak 1-2 kg ditumbuk hingga halus. Masukkan bahan ke dalam ember. Tambahkan 2-4 liter air. Tutup menggunakan kain selama 1-2 hari. Saring, lalu larutan siap digunakan.

Apilkasi:

Tambahkan 1 liter larutan dengan 9 liter air. Untuk perekat dalam penyemprotan, tambahkan 100 gram sabun. Aduk hingga merata. Larutan siap digunakan pada tanaman yang terkena hama.

Penulis            : Tri Umi Asni

Rujukan         :

http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/berita-cara-mudah-membuat-pestisida-nabati.html#ixzz4wfdHsVSW

http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/?p=4263

Leave a Reply