Vertikultur, Gaya Tanam Organik Masa Kini

Lahan perkotaan kian lama mulai tergusur dan terbatas oleh gerak ruang peradaban. Bangunan-bangunan pencakar langit saling berlomba-lomba merebut rongga napas kehidupan. Ruang hijau dan lahan untuk bertanam di perkotaan menjadi terbatas. Namun, seiring perkembangan riset, teknologi, dan pengetahuan, sebuah gebrakan inovasi muncul. Ia hadir untuk mengatasi permasalahan masyarakat perkotaan. Menanam dengan metode vertikultur salah satunya.

Vertikultur berasal dari bahasa inggris yaitu vertical dan culture. Vertikultur merupakan budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat. Sistem penanaman ini termasuk konsep penghijauan di lahan perkotaan yang terbatas. Bukan hanya menanam secara vertikal, namun mampu merangsang suasana keanekaragaman hayati di tempat sempit.

Menurut Soeparwan Soeleman dan Donor Rahayu (2013), vertikultur tanaman hias pendekatannya sedikit berbeda dengan tanaman produktif. Tanaman produktif mengutamakan faktor jangkauan untuk memudahkan proses merawat dan memanen. Poin penting dalam menempatkan letak vertikultur yakni harus mendapatkan sinar matahari cukup.

Terdapat berbagi jenis media vertikultur. Cukup dicocokkan dengan keinginan dan kondisi. Bentuk umumnya seperti segitiga, persegi panjang, anak tangga, rak, dan sebagainya. Bahannya pun bermacam-macam, ada yang terbuat dari bambu, pipa, atau barang-barang bekas rumah tangga. Tanaman yang dipakai dalam vertikultur haruslah disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, dan berakar pendek. Tanam vertikultur tersebut contohnya seperti selada, bayam, caisim, pakchoy, dan sebagainya.

Sebelum memutuskan ingin membuat atau berbudidaya vertikultur, kita harus memastikan tujuan kita dahulu. Apakah tujuan kita untuk komersial atau hanya menjalankan hobi. Jika tujuannya komersial, pembuatan vertikultur perlu dipertibangkan dari sisi ekonomis agar biaya produksi tidak melebihi pendapatan. Sedangkan jika tujuannya menjalankan hobi, pembuatan vertikultur bisa dijadikan wahana kreatifitas untuk memperoleh makanan sehat. Berikut tips membuat wadah tanam vertikultur:

Salah satu contoh bahan yang bisa digunakan yakni menggunakan paralon. Cara pembuatan wadah vertikultur sebagai berikut:

  • Sediakan paralon yang memiliki diameter besar.
  • Potong paralon dengan ukuran 120 cm (100 cm untuk wadah tanam, 20 cm untuk ditanam ke tanah).
  • Buat lubang tanam sebanyak 10 buah paralon menggunakan bor listrik atau alat lain.
  • Lubang dibuat zig-zag atau selang-seling pada keempat sisi paralon.(asosiasikan permukaan paralon pada bidang kotak). Pada dua sisi saling berhadapan terdapat masing-masing tiga lubang tanam. Pada sisi lainnya masing-masing dua lubang tanam. Jadi, terdapat 10 lubang tanam keseluruhan.
  • Masing-masing lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm.
  • Buat jarak antar lubang 30 cm.

Penulis            : Tri Umi Asni

Rujukan         :

http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/berita-teknologi-budidaya-tanaman-sayuran-secara-vertikultur.html#ixzz4wrcgk0o6

http://dkpp.jabarprov.go.id/sistem-tanam-vertikultur-bagi-tanaman-organi/

Leave a Reply